GADIS PEMBERI RINDU





GADIS PEMBERI RINDU

     Rindu itu sesuatu yang kadang menjengkelkan kadang menyenangkan. Entahlah dengan Rindu, yang pasti perasaanlah yang bergelut didalamnya.Apalagi Rindu dari seorang Ibu dan Ayah, mungkin tak bisa dilukis ataupun dilambangkan dengan kata-kata mungkin hanya menyiang dikalbu. Kehadiran sosok seorang anak dalam keluarga adalah peristiwa yang ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri apalagi diikutsertai oleh keharmonisan.
      Seperti yang dialami oleh sebuah keluarga tepatnya di Desa Paka.dalam keluarga tersebut mempunyai seorang Anak Gadis berumur 19 tahun,namanya ENJEL. Semakin bertambahnya usia Enjel semakin pintar,cekat dan menawan.Apalagi disekolah dia selalu memegang juara umum,mengikuti lomba sana sini. Kedua orangtuanya semakin bangga bahkan mereka menjaganya laksana permata yang takut dirusaki orang. Ya, tidak salah juga karena Enjel adalah Anak semata Wayang. Semua kasih sayang orangtuanya hanya untuk Enjel seorang.
        Tapi sayangnya, Enjel menderita gangguan pernafasan yaitu Asma dan Batu Ginjal. Sungguh  malang kedua orangtuanya harus menahan rasa sakit selama kurang lebih 6 tahun,terutama Enjel sendiri dia begitu tersiksa harus keluar masuk Rumah Sakit..”oh Tuhan berikan semua penderitaan ini hanya kepadaku seorang diri saja,karena diriku terlanjur menderita”..Pinta ibunda tercinta.Sungguh keluarga yang malang. 8 tahun yang lalu ibunda Enjel mengidap penyakit Gula dan masuk Rumah Sakit yang menyebabkan ibunda harus kehilangan 3 jari kakinya. Penyebab awalnya tak sengaja injak paku berkarat lukanya semakin besar sehingga harus dilakukan AMPUTASI agar lukanya tak merembes  dan membesar.
           Kedua orangtua Enjel hampir tak mempedulikan diri mereka sendiri, hanya memikirkan anak semata wayang mereka.Meskipun dengan hidup yang diselimuti sakit, Enjel bertingkah seperti biasanya, seolah tak sakit,karena memang sakitnya sudah agak membaik. Seperti biasa Enjel memasak,ngepel, pokoknya semua pekerjaan Rumah disikat habis. Mau bagaimana lagi, mengharapkan sang ibunda membantu tak mungkin. Jangankan bekerja,berjalan saja ibunya hanya mengandalkan satu kaki dengan bantuan tongkat untuk menopang tubuhnya.Enjel tak membiarkan ibunya bekerja.
             Suatu hari, Enjel merasa tubuhnya tiba-tiba panas tidak seperti biasanya.lalu ia bergegas meraih handuk langsung masuk ke kamar mandi. Setelah mandipun tubuhnya serasa seperti terbakar,enjel berteriak dan langsung  jatuh pingsan tersungkur dilantai. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum. 2 jam di rumah sakit, enjelpun siuman, ia memanggil kedua orangtuanya.”Bisakah Bapak mengantarku keluar sebentar jalan-jalan? Sebentaaarrr saja, kumohon, aku ingin menghirup udara segar,boleh ya pak...dengan wajah pucat dan tubuh yang lemah  dia berusaha meraih tangan bapaknya,dan sedikit melebarkan bibirnya untuk membuktikan kepada bapaknya,bahwa ia sudah sembuh dan sanggup untuk berjalan...”TIDAK!!!” dengan nada kasar dan sedikit suara penuh haru,bapaknya berusaha meyakinkannya.”nak, bapak bukan tak mau mengijinkanmu jalan-jalan sebentar,bapak juga bukan tidak sayang, tapi udara diluar sana tidak cocok untuk kondisimu saat ini,maaf ya nak..maafkan bapakmu ini..”Tak membantah apa yang dikatakan oleh sang Ayah, enjel hanya menjawab,” baiklah pak, tak apa...(dengan sedikit senyuman ala enjel atau senyum khasnya) lalu Dia berbicara kepada sang Ayah, sekaligus peringatan terakhirnya.”.Pak,permintaanku yang tadi adalah permintaan terakhirku, jangan menyesal ya Pak,..sudah 3 hari aku berada di Rumah Sakit ini..Pak..Bu..aku sudah capek,lelah..aku ingin istirahat (katanya dengan mata sayu, seakan mengatakan bahwa ia tak sanggup lagi untuk berkedip)”
             Kedua orangtua Enjel menangis tak karuan, mereka memanggil-manggil Enjel dan mengguncangkan Tubuhnya..tapi apalah daya, Cinta Yang Maha Kuasa lebih besar  dari pada kedua orangtua Enjel. Enjel harus pergi kepangkuan yang maha kuasa, meninggalkan ibunya yang Pincang. Tak ada canda Tawa yang meriuhkan Rumah.Semuanya pergi..hanya tinggal kenangan dan hanya Namalah yang tersisa...kedua orangtuanya menangis,berteriak,dan sakit hati, karena Anak semata wayang,anak yang dibanggakan telah pergi.Kini kedua orangtua Enjel hanya hidup berdua dan mengenang si GADIS PEMBERI RINDU .
      Terima Kasih Telah membaca……………….
                                                                      
                                                                By:
                                                                      Floraviansi Anul









                                                                            

Comments