Puisi >>Jelmaan Pelitaku dalam Kenangan






Jelmaan Pelitaku dalam Kenangan



Dalam diamnya alam
Takkan jeda nadiku menyulam rinduku
Pun dalam sunyinya asmara
Sirnah pun takkan merajut tentangmu  ananda

Dibalik tabir rahasia itu
karisma senyummu mulai mengukir
nyata diatas pucuk gunung dahagaku
melekat erat dibenak yang karam oleh rinduku

wahai kasmaranku, bunga mimpiku
kukemaskan tetes-tetes embun dipagi yang murni
kukisahkan hatiku pada sanubari pelangi
menambah sejuta impian indah bersama bayanganmu

aku rindu….. rindu … rindu menggenggammu
awan masih tersenyum manist..
bintang masih merias dengan indah… menyapaku
lalu datang mengunjugi jiwaku yang terlelap

kini , Aku menagkap percikan matamu,
Irama langkahmu, seirama detak jantungku
Nada-nadamu hari ini
Melenturkan kerasnya dahagaku

Anandaku…… desahan nafasmu, lambaian rindumu
Mengalahkan asmaraku….>>
Memang, aku rindu, mengintai  dirimu
Dari pucuk gunung Himalaya

Apalah daya………. wahai nandaku
Dahagaku pun t`lah kau renggut
nadiku,,,  takkan luput dari cabikanmu
mencoret-coret rinduku pula

hari ini kutahu kompasku
isyarat mataku, mulai berbicara
Bercumbu dengan setumpuk rindu yang membelenggu
Rindu yang semakin memberatkan penasaranku

Akh…  betapa aku rindu menghiburmu.
Dari usia rinduku yang masih muda
Hatiku menuturkan
Rinduku masih memuncak, sayang !!!


                                                               
by : Lidya Pantang

Comments